Popular Products
Powered by Blogger.
Blog Archive
Search This Blog
Pages
Pages
About Me
Blogger news
Followers
Popular Posts
-
12 Feb 2014 Alhamdulillah, Allah masih memberiku nikmat hingga bisa menghirup segarnya udara pagi ini.. Sang Bijak sering berkata...
-
saya lanjutin pembahasan "Awal Akhir Ramadhan" dengan "Metode Penentuan Awal-Akhir Ramadhan" ya | semoga manfaat :) ...
Recent Products
Catatan ‘Ekonom Kecil’: “Maaf Anda belum beruntung, silakan coba lagi 5 tahun mendatang”
Semarang, 08 Juli 2014Pemilu Presiden tinggal H-1, hingar bingar kampanye mulai surut karena memang sudah hari tenang. Tapi ternyata semangat belum mau surut nih untuk menyuarakan apa yang ada di benak ini. Hehe..
Jadi begini.. Saya sempat prihatin dengan saudara-saudara Muslim yang menjadi korban kampanye #Eh.
Bagaimana tidak? Lha wong mereka itu tahu bahwa mengolok-olok sesama kaum muslim itu dosa, membuka aib-aib kedua capres juga dosa, tapi demi mendukung capres pilihannya mereka tak pedulikan hal tersebut.
Sepertinya Pemilu telah menjadikan umat Muslim di Indonesia tak lagi memperhatikan rambu-rambu agama.
Apapun diterjang untuk mendukung pilihannya. Sikut sana, sikut sini, tak peduli lagi kalau Islam tak membolehkan mengolok-olok dan membuka aib saudaranya.Astaghfirullah -_-.
Apalagi kampanye yang pake salam beberapa jari tuh, bikin sensitif.
Mau nunjuk sesuatu pake satu jari, takut dikira mendukung nomor satu.
Mau foto pake dua jari, dikira mendukung nomor dua (kalau yang narsis begini saya nggak ikutan lho :D). Hemm, makin gregetan deh >.
Nah, saudara-sudaraku yang dirahmati Allah.
Coba deh sejenak kita duduk, rebahan dikit juga nggak apa-apa. Hehe. Terus renungkan...
Setidaknya sudah 11 kali nih Indonesia melaksanakan Pemilu yaitu pada tahun 1955, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, 2004, 2009, dan yang paling baru 2014.
Sepanjang kurun waktu tersebut Indonesia memiliki 6 orang presiden, yaitu Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati dan Soesilo Bambang Yudhoyono.
Pertanyaannya, apa yang sudah dihasilkan dari 11 kali pemilu dan 6 kali pergantian presiden? Apakah ada perubahan mendasar dan perbaikan bagi masyarakat?
Karena saya seorang ‘Ekonom Kecil” #ea, maka yang akan saya bahas adalah dari sisi ekonomi saja.
Oke, check this out :D
Update terakhir jumlah penduduk miskin menurut bps.go.id adalah 28.280.010 orang atau 11,25 % dari jumlah seluruh penduduk di Indonesia.
Ini tentu bukan angka yang kecil, apalagi jika ditambah dengan yang hampir miskin, maka angkanya bisa mencapai 100 juta orang.
Masih menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,21 % pada kuartal pertama 2014.
Namun ternyata tak banyak berpengaruh juga terhadap angka kemiskinan karena pertumbuhan yang ada tak berkualitas.
Hal ini bisa dilihat dari tingkat Gini ratio, yaitu suatu angka yang menunjukkan ukuran kemerataan pertumbuhan ekonomi, pada tahun 2008 masih 0,35, tapi pada tahun 2013 ternyata semakin bertambah menjadi 0,41.
Jadi, walaupun pertumbuhan ekonomi meningkat, kesenjangan ekonomi semakin lebar.
Sudahlah rakyat miskin masih banyak, ternyata distribusi kekayaan di Indonesia tak merata pula.
Jadi, perubahan apa yang sudah dihasilkan dengan 11 kali pemilu, 6 kali ganti presiden?
Seperti yang sudah diketahui (kalau yang belum tahu ya tak kasih tahu deh :D), sistem ekonomi yang saat ini menguasai dunia adalah sistem ekonomi kapitalisme.
Dan Indonesia termasuk yang menganutnya. Sistem ekonomi kapitalisme ini lahir sebagai kritik gagalnya faham merkantilisme dalam mewujudkan kesejahteraan ekonomi bagi rakyatnya.
Faham merkantilisme memandang bahwa manusia memiliki sifat serakah, rakus, egois atau mementingkan diri sendiri sehingga aktivitas ekonomi manusia di dalam masyarakat tidak boleh berjalan sendiri untuk menghindari penindasan antar sesama manusia dalam memperebutkan kepentingan ekonominya.
Solusi yang ditawarkan faham merkantilisme ini adalah pengaturan ekonomi ada di tangan negara seutuhnya.
Nah, munculah antitesis dari faham merkantilisme yang diperkenalkan oleh Adam Smith, yaitu sistem ekonomi kapitalisme.
Sistem ekonomi kapitalisme ini memandang sifat egois manusia itu positif, tak akan mendatangkan kerugian dan merusak masyarakat sepanjang ada persaingan bebas.
Persaingan bebas ini lah yang akan mengendalikan tingkat harga dengan sendirinya.
Adam Smith memberi penjelasan lanjutan bahwa akan ada suatu tangan yang tidak kentara (the invisible hands) yang akan selalu membawa perekonomian ke arah keseimbangan.
Oleh karena itu, menurut Adam Smith negara atau pemerintah tak perlu banyak ikut campur dalam mengatur perekonomian.
Maka jadilah ekonomi kapitalisme ini bersifat liberal, dan menurut saya malah menjadikan rakyat semakin sengsara.
Lha kok bisa?
Begini ceritanya, sistem ekonomi kapitalisme itu dicirikan dengan beberapa pilar utama, diantaranya:
Pemilikan perorangan. dalam sistem ekonomi kapitalisme, semua alat-alat produksi (tanah, mesin, pabrik, sumber alam) dikuasai secara individu, bukan oleh negara.
Alhasil, seperti yang kita lihat saat ini hampir semua sektor ekonomi dan SDA Indonesia dikuasai swasta, bahkan asing.
Contohnya saja BUMN yang telah diprivatisasi dikuasai asing hingga 60 %. Migas nasional 75 % telah dikuasai asing. Aset perbankan nasional juga 50,6 % dikuasai asing.
Lalu mana buat rakyat Indonesia kalau semua diserahkan ke asing? -_-”
Keuntungan. keuntungan merupakan salah satu ciri pokok sistem ekonomi kapitalisme dan merupakan tujuan utama yang ingin diraih dalam melakukan aktivitas ekonomi.
Maka yang muncul adalah adanya para pengusaha yang bebas berdagang, bebas memiliki sektor-sektor ekonomi yang seharusnya dimiliki negara seperti yang telah disebutkan di atas.
Nasib rakyat tak akan menjadi urusan mereka, yang penting untung, entah itu harus menjadikan rakyat miskin juga tak masalah.
Nah, selama yang diterapkan di Indonesia adalah Sistem Ekonomi Kapitalisme, maka tak akan ada kesejahteraan rakyat yang diimpi-impikan.
Karena dalam sistem ekonomi kapitalisme yang ada hanya bagaimana memperkaya diri tanpa mempedulikan nasib rakyat.
Sistem ekonomi ini juga hanya fokus pada pertumbuhan dan tidak mempedulikan pemerataan dan distribusi kekayaan. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin deh.
Dari fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa sudah 11 kali Indonesia melaksanakan Pemilu dan selama itu ada 6 kali pergantian presiden, ternyata tak membawa perubahan dan perbaikan di masyarakat.
Apalagi setelah mendengar visi-misi kedua capres, ternyata kebijakan ekonomi yang diambil tak jauh berbeda dengan presiden-presiden yang sebelumnya.
Tetap melanjutkan sistem ekonomi kapitalisme. Maka dapat dipastikan tidak akan ada perubahan dan perbaikan masyarakat yang jauh berbeda pula dari sebelumnya.
Ini semakin meyakinkan saya bahwa mengikuti Pemilu sama saja seperti mengikuti undian dan (akan selalu) mendapatkan kertas undian bertuliskan “Maaf Anda belum beruntung, silakan coba lagi 5 tahun mendatang”. Jadi malah PHP kan :P
#CampakkanSistemEkonomiKapitalisme
#YukNgaji
Referensi:
“Ekonomi Islam Madzhab Hamfara”, Dwi Condro Triono, Ph.D
Al Wa’ie No. 165 Tahun XIV, 1-31 Mei 2014
Al Islam Edisi No.713, 6 Ramadhan 1435H
*hanya sebuah catatan 'Ekonom Kecil' yang sedang prihatin dengan keadaan
Metode Penentuan Awal-Akhir Ramadhan 2014/1435
saya lanjutin pembahasan "Awal Akhir Ramadhan" dengan "Metode Penentuan Awal-Akhir Ramadhan" ya | semoga manfaat :)
1. first of all, sudah saya sampaikan pagi tadi | ulama fiqih punya 3 cara menentukan awal bulan dalam kalender qamariyah Islam
2. tiga cara yg paling umum itu; 1) hisab (menghitung) 2) rukyatul hilal lokal 3) rukyatul hilal global | rukyatul hilal = melihat hilal
3. diantara metode hisab dan rukyatul hilal | 4 ulama madzhab (Hanafi-Maliki-Syafi'i-Hanbali) sepakati cara rukyatul hilal
4. adapun hisab juga tetep ada dalilnya dan syar'i | berbeda selama berdalil itu boleh, maka kita pun harus legowo :D
5. adapun rukyatul hilal, maka ulama madzhab terbagi 2 pendapat | 1) rukyatul hilal global dan 2) rukyatul hilal lokal
6. madzhab Hanafi-Maliki-Hanbali anut bahwa hilal itu global | 1 orang melihat, asal Muslim dan mau disumpah, berlaku bagi seluruh dunia
7. sedang ulama madzhab Syafi'i anut rukyatul hilal lokal | setiap daerah yang terpisah 24 farsakh (120 km) boleh lihat hilal sendiri
8. keduanya benar | karena ijtihad ulama madzhab pasti berdalil | jika benar dapat 2 pahala, jika salah 1 pahala | begitu tegas Rasul
9. dalil-dalil hisab, rukyatul hilal lokal dan rukyatul hilal global tidak saya tuliskan disini (terlalu panjang) | saya lampirkan nanti
10. "lalu mana metode yang benar? hisab, rukyatul hilal lokal atau rukyatul hilal global?" | ya semua, yang punya dalil itu benar :D
11. "yang mana yang lebih kuat dalilnya?" | bagi saya pribadi, dalil yang lebih kuat ialah rukyatul hilal global
12. dalam hadits | Rasul ucap penentuan 1 Ramadhan harus "melihat" dengan mata | juga boleh menerima informasi dari penduduk jauh (global)
13. tapi sekali lagi kita tekankan, bahwa bukan berarti yang lain salah | rukyatul hilal lokal dan hisab tetep bener, tetep berdalil :D
14. nah, sekarang kita bahas lagi tentang awal-akhir 1 Ramadhan 1435 H ya :)
15. tanggal 1 bulan Ramadhan ditandai dengan munculnya hilal (first visible crescent) | atau awal bulan baru yg terlihat mata
16. dalam astronomi disebut konjungsi (ijtima') | yaitu ketika bumi-bulan-matahari berada dalam 1 garis lurus (bulan jadi item semua)
17. saat konjungsi (ijtima') bulan warnahnya hitam total, dan sesaat setalah itu muncullah sabit hilal (lihat pic) pic.twitter.com/qyieuTkSia
18. nah, konjungsi itu sekarang (27/06/14) udah terjadi :) | tepatnya terjadi pada 27/06/14 - 08:10 UTC (liat pic) pic.twitter.com/AjmBNTBhHD
19. artinya kalau konjungsi terjadi tgl 27/06/14 - 08:10 UTC atau 15:10 WIB | maka secara hisab, tanggal 27 Juni lepas maghrib = 1 Ramadhan
20. karenanya Muhammadiyyah sudah putuskan 28/06/14 puasa pertama, dan tarwih pertama malem ini 27/06/14 | secara metode hisab sudah masuk
21. nah, bagi yang menggunakan metode rukyatul hilal | besok 28/06/14 belum tentu bagi mereka 1 Ramadhan | karena harus lihat hilal
22. pertanyaanya, kalo yang metode rukyatul hilal | bisakah mereka melihat hilal maghrib tadi 27/06/14? simak gambar-gambar berikut deh..
23. sumber crescentwatch.org | (peta dunia akan terlihatnya hilal pada maghrib 27/06/14) pic.twitter.com/gXINZcXcyZ
24. sumber crescentwatch.org | (peta dunia akan terlihatnya hilal pada maghrib 28/06/14) pic.twitter.com/IXiaANVdce
25. dari dua peta itu, maka dapat kita simpulkan pada 27/06/14 lepas maghrib | hilal secara astronomi mustahil terlihat dari Indonesia
26. artinya penganut rukyatul hilal lokal semisal NU di Indonesia | kemungkinan besar genapkan Sya'ban 30 hari dan baru puasa pada 29 Juni
27. hilal baru terlihat jelas di Indonesia pada maghrib 28 Juni (lihat pic diatas) | yah, 'legowo' deh, tahun ini bakal beda lagi
28. bagaimana penganut rukyatul hilal global? | walau belum bisa lihat hilal di Indonesia di 27/06/14, tetep setia menunggu berita hilal
29. bila lihat peta tadi, hilal baru mungkin bisa dilihat di Amerika Selatan | itu berarti kira-kira bedanya 10-11 jam sama kita
30. di Amerika Selatan maghrib baru bisa lihat hilal | berarti beritanya bisa ke Indonesia jam 4 atau 5 subuh tanggal 28/06/14
31. jika hilal terlihat di Amerika Selatan 27/06/14 maghrib waktu lokal | kita sudah tanggal 28/06/14 subuh waktu lokal, ya langsung puasa
32. jadi bagi penganut rukyatul hilal global nih | 28/06/14 besok sahur aja dulu | siapa tau hilal bisa terlihat di Amerika Selatan
33. bilapun sampai tanggal 27/06/14 habis diseluruh dunia | dan belum terlihat hilal, tinggal batalin niat puasa, 29/06/14 pasti mulainya
34. lho kok dadak-dadakan begitu sih? | ya memang begitu dari zaman Rasulullah, penentuan 1 Ramadhan selalu dadakan, kan lihat hilal :)
35. nah, berita hilal sudah terlihat atau belum | bisa dipantau di crescentwatch.org moonsighting.com atau yag lain
36. di TV semisal Al-Jazeera juga ada | atau dimanapun situs berita Islam
37. jadi kesimpulannya, mau ikut metode manapun disila | asal paham dalilnya, dan nggak hanya ikut-ikutan :)
38. mau hisab, rukyatul hilal global, rukyatul hilal lokal | semua ada dalilnya, dan bila berbeda itu bukan berarti salah
39. Ramadhan baru bakal sama kalau ada 1 kepemimpinan seluruh dunia sebagaimana zaman Rasul dan Khulafaurrasyidin | Khilafah Islam :D
40. mudah-mudahan kedepan Allah jadikan kembalinya Islam dalam bentuk bangkitnya Khilafah sebagai sarana bisa bareng awal Ramadhan :)
41. selamat puasa tweeps, Ramadhan Mubarakah | semoga amal kita diterima Allah, dijadikan penyejuk mata di kubur serta tiket ke surga :)
42. sekali lagi, beda fiqih memang ada, penyatuan Islam mari kita segerakan | mari hormati perbedaan, sekarang mari sambut Ramadhan!
43. nah, yang mau materi "Penentuan Awal Ramadhan 1433 H" (2 tahun lalu) | berikut dalilnya, sila download di >> mediafire.com/view/?wre1obo2…
44. atau tulisannya bisa dibaca di sini :) | 1) chirpstory.com/li/215543 2) mediafire.com/view/?4e5qcr55…
45. bukan kapan puasanya, memahami illmunya yang utama | sehingga kita bisa menghormati dalam beda, bahagia dalam sama :D
46. ilmu itu membuat hati tenang | hati tenang itu membuat ibadah nyaman :) | Marhaban Yaa Ramadhaan.. :D
Penentuan Awal-Akhir Ramadhan 2014/1435
yang masih bingung penentuan awal akhir Ramadhan | saya sampaikan sedikit share tentangnya ya.. :D | semoga manfaat
1. sebelum bahas "Penentuan Awal-Akhir Ramadhan" | perlu diketahui di dalam Islam yang berlaku itu kalender qamariyah (moon calendar)
2. berbeda dengan kalender umum saat ini (gregorian calendar) yang jadikan matahari patokan | Islam dasarkan hitungan pada siklus bulan
3. satu siklus bulan itu = 29.5 hari | dan ada 12 bulan dalam kalender hijriyah | maka 1 tahun hijriyah = 354 hari
4. berbeda dengan kalender masehi yang 1 tahun = 365 hari | itulah mengapa Idul Fitri maju setiap tahunnya sekira 11 hari
5. hitungan 1 bulan = 29.5 hari ini sudah dikonfirmasi Rasulullah | "ketahuilah, setiap bulan tidak pernah lebih dari 30 hari" (HR Hakim)
6. kesimpulannya satu bulan di tahun Hijriyah itu pasti 29 atau 30 hari | nggak pernah lebih dari 30 hari | begitu pula bulan Ramadhan
7. nah, yang paling penting | bagaimana cara kita menentukan awal bulan Hijriyah? | caranya adalah dengan melihat siklus bulan
8. bila kita perhatikan bulan, awalnya bulat hitam, kemudian muncul seujung kuku cahaya dari bawah, lalu purnama, balik lagi ke bulat hitam
9. lihat pic, no. 1 awal bulan (hilal/newmoon), no. 6 bulan purnama (pertengahan bulan) dan no. 11 bulan habis pic.twitter.com/TxmoFkny6t
10. jadi kalo tweeps bisa lihat bulan sekarang diluar rumah, mesti bulannya tinggal dikit sinarnya | karena sekarang penghujung Sya'ban
11. nah, awal bulan inilah yang dinamakan dengan hilal (bulan baru/newmoon) / first visible crescent (pic: hilal) pic.twitter.com/XfnJb2AHpp
12. kapan hilal ini muncul? | ya jelas pas akhir bulan ke bulan baru | artinya muncul antara tanggal 29 atau tanggal 30 qamariyah
13. dalam kasus Ramadhan, hilal ini akan dicari di 29 Sya'ban/27 Juni maghrib | kalo keliatan maka langsung tarwih dan 28 Juni mulai puasa
14. kalau 29 Sya'ban/27 Juni hilal belum kelihatan? | berarti Sya'ban digenapkan 30 hari | maka 1 Ramadhan = 29 Juni
15. mulainya puasa itu 'melihat' hilal | "berpuasalah kalian jika melihat hilal, berbukalah (Idul Fitri) saat melihat hilal" (HR Bukhari)
16. nah, disini muncul perbedaan | ada pendapat yg katakan harus dengan melihat (rukyat) | yang lain katakan boleh dihitung (hisab)
17. semua pendapat itu tentu punya dalil dan itu boleh | tapi saya ambil dalil yang kuat yaitu harus melihat hilal (rukyat hilal)
18. diantara yang berpendapat harus rukyat hilal (melihat hilal), terbagi lagi 2 pendapat | 1) rukyat lokal, 2) rukyat internasional
19. yang menganut rukyat lokal mengharuskan melihat dengan mata sendiri | misal: Indonesia rukyat sendiri, Malaysia rukyat sendiri
20. yang menganut rukyat internasional tidak haruskan melihat sendiri | asal satu Muslim aja sudah melihat, maka seluruh dunia berlaku
21. ulama 4 madzhab kecuali madzhab Syafi'i menganut rukyat internasional | sedang madzhab Syafi'i menganut pendapat rukyat lokal
22. para ulama madzhab Syafi'i berpendapat | setiap daerah bila sudah beda 120 km, boleh tentukan sendiri lihat rukyatnya
23. itu karena teknologi zaman lampau | metode komunikasi paling canggih itu kuda yang seharian hanya bisa tempuh maksimal 120 km
24. karena itu madzhab Syafi'i berikan solusi bagi teknologi saat itu | dengan gunakan ijtihad rukyat lokal bukan rukyat global
25. untuk saat ini, ada TV, ada HP, internet dan lainnya | seharusnya sekarang bisa semua berpuasa di hari yg sama dengan rukyat global
26. kenapa bisa puasa dan Id-Fitri di hari sama? | karena ujung satu dan ujung lain di dunia terjauh takkan lebih dari selisih 12 jam :D
27. artinya perbedaan sekarang lebih kepada perbedaan karena politis dan nasionalisme | ketimbang beda ijtihad hukum fiqih
28. boleh saja beda fiqih, karena namanya ijtihad ulama madzhab | kalo ijtihad itu bener dapat 2 pahala, kalo salah dapat 1 pahala
29. ok, kita fokus ke awal Ramadhan 1435 H ya? | kemungkinan besar tahun ini sepertinya ada beda awal Ramadhan
30. kita ketahui Muhammadiyah telah tetapkan 1 Ramadhan = 28 Juni dengan metode hisab | sementara pemerintah bisa menunggu NU rukyat hilal
31. NU menganut rukyat hilal lokal | dan tanggal 27 Juni maghrib, hilal mustahil terlihat dari indonesia (liat pic) pic.twitter.com/reIlnttHVq
32. artinya, NU bakal genapkan Sya'ban 30 hari, dan puasa 29 Juni, karena hilal baru terlihat 28 Juni maghrib pic.twitter.com/9GJRQwnK8y
33. kalau begitu kita ikut yang mana? | hidup itu pilihan, yang manapun yang ada dalilnya, rukyat lokal atau global, silakan :D
34. saya pribadi mengkaji dalil, bagi saya yang kuat itu ikutan rukyat global | artinya di bumi manapun bila ada yang sudah lihat hilal, sah
35. intinya, kapan mulai puasa? | ya ketika hilal Ramadhan dah nampak di mata | siapapun yg lihat, maka itu sudah sah bagi semua Muslim :D
36. jadi, besok 28 Juni sahur aja | bila ada kabar dari belahan bumi barat sudah terlihat hilal, maka kita mulai puasa 28 Juni itu juga
37. kalo 28 Juni belum ada kabar dari manapun di dunia, timur-barat | maka pasti puasa dimulai 29 Juni :D
38. yang jelas puasa nggak mungkin mulai di tanggal 30 Juni atau 1 Juli, nggak ada dalilnya sama sekali | 28 atau 29 Juni masih ada dalil
39. seluruh dunia biasa seperti itu | tungguin kabar 1 Ramadhan dan langsung puasa saat mendengar kabar itu
40. di internet kabar hilal bisa dilihat misal di >> moonsighting.com | saya juga biasanya mantau dan kasi kabar via sosmed :)
41. yang masih kurang jelas, boleh baca tulisan tentang "Penentuan Awal-Akhir Ramadhan" ini >> download di >> mediafire.com/view/?4e5qcr55…
42. yang jelas yang manapun pendapat yang kita ambil | yang penting adalah kita tahu dasar penentuannya | dan saya sudah sampaikan :)
43. mau ambil pendapat hisab, rukyat lokal atau rukyat global, selama tahu dalilnya, it's ok | memahami dalil itu yang penting
44. karena bila memahami dalil kita jadi paham dan legowo dengan perbedaan | menghargai sesama Muslim asal mereka sama punya dalil :D
sore atau malem insyaAllah akan saya twitt lagi tentang "Metode Penentuan Awal Ramadhan" | semoga semakin memahami
@felixsiauw
Catatan 'Ekonom Kecil' tentang Pemerintah
Kami (rakyat) sudah membayarmu (pemerintah) dengan pajak
untuk membeli kenyamanan, keamanan, dan kesejahteraan.
Tapi rupanya ‘barang jualan' yang kau berikan tak sama kualitasnya dengan yang kau janjikan.
Sepertinya kau ingin menipu kami, hah?!
'Pengorbanan ekonomi' yang kami keluarkan ternyata tak sama dengan apa yang kami dapatkan.
Ini yang kau sebut adil?!
Dulu, saat kau (para caleg, cabup, cagub, dan capres) mempromosikan ‘barang jualanmu’, rasanya manis sekali.
Sangat pintar kau hasut kami.
Kau bilang ‘barang jualanmu' kualitas nomor satu, tak akan mengecewakan.
'Bergainning'mu ternyata mampu membuat kami memilihmu
sebagai ‘pemasok’ kenyamanan, keamanan, dan kesejahteraan bagi kami.
Tapi lihatlah!! Ternyata kau ingkari janji!! Kau kemanakan uang kami, hah?!
Kau gunakan untuk bayar utang-utangmu?
Hei!! Itu uang kami!!
Kau sudah punya 'modal' kekayaan alam yang berlimpah bukan ?!
(yang sebenarnya itu pun harusnya kau berikan untuk kami, karena itu hak kami)
Gunakan itu untuk membayar utang-utangmu!! Bukan dengan uang kami!!
Kenapa, hah?! Kau bingung?!
Kekayaan alam kau biarkan orang lain yang mengelolanya,
dan tak kau dapatkan uang yang pantas atas modal yang kau miliki.
Ini yang membuatmu memeras kami?
Atau jangan-jangan kau memang hanya mencari keuntungan pribadi saja.
Kau kantongi uang-uang kami, namun tak kau berikan ‘barang jualan’ yang kami minta.
Kau manfaatkan kami rupanya.
Kau makin kaya dengan segala siasatmu itu,
sementara kami semakin miskin dengan segala kebijakan di 'Memorandum of Understanding (MoU)' yang kau buat, yang bahkan sama sekali tak kau beberkan semua isinya.
Kau seenaknya membuat berbagai kebijakan, memaksa kami mematuhinya.
MoU yang kau buat dan kau rahasiakan sebagian besar isinya,
menjadikan kami di posisi yang lemah.
Dan mau tidak mau, kami hanya bisa menunggu 'kontrak jual-beli' selama lima tahun ini selesai.
Kau masih mengelak juga?! Apa perlu kami beberkan semua ‘wanprestasimu’?!
Sepertinya tak akan cukup jika kami tulis semuanya. Terlalu banyak!!
Kami jadi berpikir ulang untuk memilihmu kembali sebagai ‘pemasok’.
PT. Demokrasi yang menjadi induk perusahaanmu sama sekali tidak memuaskan 'pelanggan'.
Kau bilang kami boleh mengoreksi kebijakanmu, tapi nyatanya suara kami tak kau gubris.
Bukannya 'PELANGGAN adalah RAJA' ya?! Kami seharusnya kau layani dengan sebaik-baiknya.
Kami sudah membayarmu! Perlu kami ulang kalimat ini?! KAMI SUDAH MEMBAYARMU?!
Dimana sebenarnya 'etika bisnismu', hah?!
Semarang, 10 Maret 2014
*Sedikit catatan 'ungkapan kekecewaan' yang terinspirasi dari perkataan dosen Akuntansi Perpajakan yang mengatakan Pemerintah digolongkan sebagai Pemasok dalam Konsep Akuntansi Pajak. Catatan ini juga ditulis saat kuliah Akuntansi Perpajakan berlangsung.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Labels
Follow us
Hanya seorang Muslimah yang ingin berbagi cerita, berbagi ilmu, berbagi hikmah | Semoga bermanfaat :)



