Popular Products
Powered by Blogger.
Blog Archive
Search This Blog
Pages
Pages
About Me
Blogger news
Followers
Popular Posts
-
12 Feb 2014 Alhamdulillah, Allah masih memberiku nikmat hingga bisa menghirup segarnya udara pagi ini.. Sang Bijak sering berkata...
-
saya lanjutin pembahasan "Awal Akhir Ramadhan" dengan "Metode Penentuan Awal-Akhir Ramadhan" ya | semoga manfaat :) ...
Recent Products
SAAT BAYI-BAYI PALESTINA BICARA
Mereka tidak mati. Mereka Abadi. Menjadi saksi timah-timah
panas yang dipaksa merobek tubuh para mujahid, jua melubangi tubuh mungilnya. Dengan
mata terpejam, dan senyum keteduhan di wajahnya, ia bicara pada kita, pada umat
Islam di penjuru dunia.
“Tidakkah kalian melihatku, Mukmin? Tidakkah kalian melihatku
yang menjadi korban bagi kebiadaban Zionis?”. Kita hanya diam. Membisu. Meski
kita mendengar ratapan itu.
“Apakah yang telah kalian lakukan setiap melihat kami
menjadi mayat? Sedangkan para mujahid disini, di tanah Palestina ini selalu
menjadikan kematian kami sebagai api pengobar semangat bagi perjuangan tanpa
henti. Bahkan hanya untuk memberikan bantuan makanan bagi kami saja kalian
enggan. Kami bicara atas nama kemanusiaan jika kalian benar-benar mengaku
manusia. Kami bertanya pada kalian, dimanakah nurani kalian diletakkan? Blokade
Ghoza itu telah menyengsarakan kami Wahai Mukminin!!”
Kemudian kita hanya bisa menangis. Menangisi bayi-bayi tak
berdosa yang dibantai itu. Kita telah mendengar jeritannya. Bayi-bayi itu
bicara pada kita, dengan mata terpejam dan senyum keteduhan di wajahnya.
“Lihatlah lubang di tubuhku ini Wahai Mukmin!! Lihatlah
darah yang melumuri tubuhku ini Wahai Mukmin!! Kami bicara pada kalian atas
nama ukhuwah jika kalian masih percaya pada hadits Rasulullah. Tubuh kami,
tubuh bersimbah darah ini adalah juga tubuhmu Wahai Mukminin!!”
Kita, semua umat muslim di penjuru dunia mendengarnya. Sebagian
ada yang tertawa. Sebagian ada yang mencucurkan air mata, sebagian ada yang
berjuang dengan harta dan jiwanya.
“Demi Allah, Wahai Mukmin!! Kami adalah bayi-bayi tanpa dosa
yang menjadi tumbal kebengisan kaum laknat Yahudi. Tapi kalian malah sibuk
berdamai dengan mereka. Kalian mengadakan kerjasama dengan mereka. Kalian mengkonsumsi
produk-produk mereka yang sebagiannya dipakai untuk melubangi tubuh-tubuh kami.
Semoga Allah mengampunimu Wahai Mukmin! Semoga Allah mengampunimu”
Source: Muhasabah Cinta [Rafif Amir a.k.a Lukman Hadi, 2009]
Sebuah KETULUSAN...
Iseng baca-baca buku catatan waktu SMK, eh nemu puisi temen nih...Puisi yang membuat saya terkaget-kaget,,hohohoho
Bukan karena puisi itu ditujukan untuk saya (PeDe amaaat buuu...),,tapi karena saya nggak percaya dia bisa sepuitis itu,,,,hihhihihi
Puisi yang dalam beeeuuuuuuds maknanya nih (lebaayy ah..),,menggambarkan ketulusan dan pengorbanan seseorang..
Berhubung puisinya belum ada judulnya, jadi saya kasi judul sendiri yeee.. :D
Check this out...
"SELEMBAR DAUN...."
Ku hanya sekedar ingin menjadi seperti daun
Saat hujan turun dari langit seperti anak panah yang menghujam ke tanah,
dengan sabar lembar-lembar daunku melebar
menadai air hujan yang menyerbu dengan beribu-ribu butiran sembilu
Sakit...memang sakit
Tapi aku jadi daun bukan untuk menangis
Ku jadi daun untuk selalu menjagamu..
Saat matahari naik dan panas mulai menyengat,
aku yang meneduhkanmu
Meski daunku tak lagi utuh, kering, rapuh, dan perlahan mulai jatuh
Namun aku tak pernah bersedih
Karena ku jadi daun bukan untuk mengeluh,
Ku jadi daun untuk selalu melindungimu..
Tapi...ku sangat sedih saat lembar-lembar daunku kau robek dan kau buang begitu saja
Ku merasa tak berarti di matamu
Ku merasa tak berguna di hadapan dunia
Yaaah..ku sadar
Ku hanyalah selembar daun yang tumbuh di atas ranting kering
Selembar daun yang tak bisa membuatmu bahagia
Selembar daun yang tak pernah kau anggap ada
- Farkhan Budiyanto-
Waaahhh,,gambaran pengorbanan yang luar biasa. Seperti lilin yang rela habis demi menerangi sekitar..
Yaaah begitulah seharusnya kita, hidup untuk memberi manfaat kepada orang lain. Walaupun saya tak sepenuhnya setuju dengan 'sifat lilin' tadi, kenapa? Because,,,kita boleh bahkan harus menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, tapi bukan berarti kemudian menghancurkan diri kita sendiri bukan?! Kalau kita hancur kayak lilin tadi, gimana mau melanjutkan kebermanfaatan kita?
Oke,,,semoga ada ilmu yang bisa diambil dari postingan saya :)
Khoirunnaas 'anfauhum linnaas... ^^
Manajemen Waktu
Waktu begitu berharga bagi seorang remaja muslim. Dapat dilihat, kebanyakan kita kurang dapat memenej waktu dengan baik. Akhirnya, semua tugas jadi tertunda dan tertunda. Jadinya menumpuk dan urusan yang lebih urgent jadi terbengkalai. Berikut ada tips bagus yang bermanfaat bagi kita untuk memenej waktu.
1. Use a To Do List
Buat daftar kegiatan yang harus kamu lakukan. Tidak hanya sebagai pengingat tapi juga sebagai alat agar kita bisa mengatur waktu kapan harus selesai dan berapa lama kegiatan itu dikerjakan
2. Get Set In Your Ways
Buat rutinitas harian kamu dengan detail. Manajemen waktu yang baik itu menunjukkan organisasi yang baik pula.
3. Break It Up!
Pecahkan tugas besar kamu menjadi tugas-tugas kecil agar memudahkan kamu untuk menyelesaikannya karena kamu sudah menyelesaikan tiap langkah satu persatu.
4. Be Realistic
Jangan memasang target waktu yang tidak masuk akal, berikan waktu tambahan dari estimasi waktu yang diperkirakan.
5. Pick Up a Good Habit
Buat kebiasaan baru yang bisa membuat waktu kamu lebih berharga.
6. Big MessesStart With Little Piles
Selesaikan pekerjaan kamu. Buang segala sesuatu yang tidak dibutuhkan lagi begitu kamu sudah menggunakannya sebelum itu memenuhi ruangan.
7. Start Tomorrow Tonight!
Biasakan untuk mempersiapkan hal-hal yang akan dilakukan besok pada malam sebelumnya, seperti mempersiapkan baju yang akan dipakai besok atau menaruh semua hal yang akan diperlukan pada tempatnya, karena ini akan membuat waktu kita lebih efisien.
8. Don’t Forget To Write Yourself a Note
Gunakan reminder (pengingat) pada To Do List utama kamu. Gunakan HP atau alarm jam tangan!
9. Schedule a Task
Hal termudah untuk dapat mengerjakan apa yang ingin kamu kerjakan ialah membuat jadwal.
10. First Things First
Buat prioritas pekerjaan lalu buat jadwal pada waktu yang sesuai. Menurut pengarang buku “Seven Habits” Stephen R. Covey ada 4 level kepentingan dengan mempertimbangkan dua aspek, urgency (kemendesakan) dan importancy (kepentingan) yaitu: (1) urgent dan important, (2) tidak urgent tapi important, (3) urgent tapi tidak important, (4) tidak urgent dan tidak important.
11. Learn to Say No!
Belajar untuk menolak ajakan yang tidak penting dan dapat menggangu tapi lakukan dengan sopan. Kita harus fokus terhadap waktu kita. Stay focus!
12. The Pause that Refreshes
Buat jeda waktu untuk istirahat pada jadwalmu. Ini akan membuat kita refresh dan fokus akan “Apa yang dilakukan selanjutnya?”
13. Be Flexible
Untuk membiasakan diri dengan manajemen waktu yang efektif membutuhkan waktu yang tidak singkat.Jika ada pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan tepat waktu, jadikan jadwal kamu fleksibel dengan waktu yang ada.
Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Al Fawaid berkata,
اِضَاعَةُ الوَقْتِ اَشَدُّ مِنَ الموْتِ لِاَنَّ اِضَاعَةَ الوَقْتِ تَقْطَعُكَ عَنِ اللهِ وَالدَّارِ الآخِرَةِ وَالموْتِ يَقْطَعُكَ عَنِ الدُّنْيَا وَاَهْلِهَا
“Menyia-nyiakan waktu itu lebih parah dari kematian. Karena menyia-nyiakan waktu memutuskanmu dari (mengingat) Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanya memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.”
Semoga Allah memudahkan kita untuk memanfaatkan waktu kita dengan baik.
Referensi: rhanu.web.id
Artikel www.remajaislam.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
Labels
Follow us
Hanya seorang Muslimah yang ingin berbagi cerita, berbagi ilmu, berbagi hikmah | Semoga bermanfaat :)



